Blog

Tips Memenuhi Kebutuhan Tahun Ajaran Baru

Banyak orang tua yang merasa bingung atau gundah setiap kali tahun ajaran baru datang. Artinya, mereka butuh uang untuk beli seragam. Mereka butuh uang untuk mendaftarkan anak sekolah, butuh uang untuk membeli perlengkapan sekolah, biaya transportasi, dan lain sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan ini mereka melakukan beragam cara mulai dari menggadaikan perhiasan atau logam mulia, meminjam tetangga atau saudara hingga menjual barang-barang yang dimiliki. Pendidikan memang tidaklah murah tetapi wajib dijalankan jika ingin sukses kelak di kemudian hari. Jikapun Anda harus berhutang pastikan Anda mendapatkan penawaran pinjaman di Indonesia 2018 yang paling menguntungkan.

Memang pemerintah sangat serius memenuhi kebutuhan pendidikan bagi seluruh rakyat akan tetapi kenyataannya baik di desa maupun di kota para orang tua masih harus pontang-panting memenuhi kebutuhan bersekolah anak-anaknya. Meski ada banyak sekolah negeri yang favorit dan gratis, yang tidak favorit dengan fasilitas ala kadarnya jauh lebih banyak. Inilah alasan orang tua mencarikan anak mereka sekolah swasta dan tentu saja biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar.

Di samping biaya administrasi seperti SPP, uang gedung dan iuran wajib lainnya, orang tua harus menyediakan dana untuk membeli kebutuhan seperti seragam, buku, sepatu sampai biaya les dan transportasi. Nah, kira-kira apa saja yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengatasi biaya tahunan ini? Yuk simak tips-tips berikut.

1. Mempersiapkan dana jauh-jauh hari

Ibarat pepatah sedia payung sebelum hujan, orang tua hendaknya menyisihkan sebagian penghasilan untuk digunakan pada saat yang dibutuhkan. Mencicil sedikit demi sedikit adalah keputusan bijak dan tidak memberatkan. Tunggulah sampai tahun ajaran tiba, maka Anda akan tahu betapa berharganya apa yang Anda lakukan ini. Anda tidak perlu pontang-panting cari pinjaman atau menggadaikan barang.

Di awal tahun Anda perkirakan berapa uang yang dibutuhkan sampai anak naik kelas atau lulus sekolah. Berdasarkan kalkulasi ini kita bisa menentukan berapa seharusnya uang yang disisihkan setiap hari untuk menutupinya. Dengan terpenuhinya kebutuhan biaya pokok maka anak akan lebih nyaman belajar entah itu di pesantren, universitas atau di sekolah biasa. Biaya adalah kepastian yang ingin diketahui oleh siapapun.

Selanjutnya persiapan yang penting untuk diperhatikan adalah transportasi dari rumah ke sekolah. Kalau dihitung-hitung, transportasi bisa mengikis banyak keuangan kita apalagi kalau jumlah anak yang bersekolah lebih dari satu. Anda mungkin perlu mempertimbangkan membeli kendaraan untuk antar jemput atau menyewa jasa antar jemput agar bisa lebih hemat. Kemudian, alternatif lain yang patut dipertimbangkan adalah mewariskan buku-buku yang dimiliki oleh kakak kelas kepada adik kelas baik itu dalam satu keluarga maupun satu lingkungan tetangga. Ini jelas akan sangat menghemat pengeluaran kita.

2. Mencari keringanan biaya dan beasiswa

Saat ini sebenarnya tidak sedikit lembaga atau instansi yang menyediakan beasiswa atau memfasilitasi orang tua untuk mendapatkan keringanan biaya. Saya pribadi pernah iseng-iseng mendatangi kantor kelurahan meminta surat keterangan untuk mendapatkan beasiswa. Justru dari pihak kelurahanlah saya akhirnya diperkenalkan pihak pemberi beasiswa. Pelajaran penting yang bisa ditarik adalah beasiswa itu selalu tersedia bagi siapa saja yang memperjuangkannya dengan gigih.

Keringanan biaya adalah skema lain untuk mendapatkan bantuan biaya sekolah. Kita bisa mengajukannya ke pihak sekolah dengan mengajukan syarat-syarat umum seperti KK, KTP dan surat-surat lain yang diperlukan. Pihak sekolah sebenarnya juga memiliki beberapa standar agar seorang siswa bisa mendapatkan keringanan biaya dan ada pula donatur yang siap menanggungnya. Sekali lagi, Anda harus gigih memperjuangkan keringanan biaya serta mendorong anak untuk lebih berprestasi.

3. Meminjam kepada saudara

Jika memang Anda harus berhutang untuk memenuhi kebutuhan di tahun ajaran baru, maka sebaiknya Anda cari dulu sumber-sumber dana yang tidak memungut bunga. Hari ini lembaga-lembaga kredit seperti pegadaian, bank, koperasi atau kredit simpan pinjam sangat gencar menawarkan pinjaman dan prosesnya pun cepat. Namun Anda jangan mudah terkecoh karena jika Anda tidak bisa membayarnya jaminan yang Anda berikan bisa raib. Keadaan ini akan terasa lebih berat di saat tahun ajaran baru sudah tiba. Bukannya berkonsentrasi untuk mendapatkan pinjaman bagi kebutuhan anak sekolah malah sibuk mencari pinjaman untuk menutupi pinjaman yang lama. Istilahnya gali lobang tutup lobang.

Salah satu alternatif yang paling strategis adalah meminjam dari saudara. Sepertinya mustahil seorang saudara menarik bunga kepada saudaranya yang berhutang apalagi untuk kebutuhan mendesak seperti biaya sekolah. Semakin banyak saudara, semakin banyak yang bisa dimintai pertolongan. Maka dari itu mulai sekarang jalinlah silaturrahmi sebanyak-banyaknya.

Hal pailng penting yang justru sering disepelekan adalah soal pelunasan hutang. Mentang-mentang saudara, banyak orang menyepelekan masalah melunasi hutang. Sudah dikasih pinjaman tanpa bunga malah tidak dikembalikan tepat waktu. Lalu apa akibatnya? Mungkin saudara kita tidak akan menagih layaknya debt collector akan tetapi satu hal yang sangat berharga akan hilang: kepercayaan. Apabila kepercayaan sudah hilang maka susah bagi kita untuk meminjam lagi. Bukan hanya itu. Kisah seseorang yang gagal melunasi hutang tepat waktu akan menyebar dan merusak reputasinya untuk dibantu oleh orang lain di kemudian hari.

Yang terakhir, apabila kita sudah dipinjami ada baiknya saat mengembalikan kita juga memberi sesuatu sebagai bentuk terima kasih karena telah dibantu. Hal ini akan mempererat persaudaraan dan sikap membuka diri untuk balik membantu apabila mereka kesulitan di lain hari adalah sikap yang sangat positif.

4. Berinvestasi dalam bentuk ternak

Jika Anda tinggal di desa atau di daerah dengan potensi pakan ternak yang tak termanfaatkan tentu memelihara ternak menjadi alternatif yang sangat bagus. Harga ternak cukup bagus sehingga dananya bisa dipakai untuk menutupi biaya sekolah. Patut sekali kita pertimbangkan karena rata-rata dalam waktu setahun modal kita bisa bertambah.

Beternak juga mengajarkan kepada anak-anak untuk bertanggungjawab atas keuangan mereka sendiri. Pekerjaan mengurus ternak tidaklah menyita waktu belajar dan bermain namun hasilnya sungguh sangat membantu mereka dan orang tua. Jiwa wiraswasta yang dilatih sejak dini akan menguatkan mental dan kepandaian berbisnis mereka kelak. Untung dari penjualan binatang ternak bisa dipakai untuk membayar biaya sekolah dan sisanya dipakai untuk membeli ternak lagi yang lebih muda untuk dijual di tahun berikutnya.

5. Memotivasi anak untuk menabung

Tips ini memiliki manfaat ganda: mendidik anak-anak untuk tidak boros dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi situasi sulit. Setiap hari mereka diajari untuk menyisihkan uang saku yang didapat dan ini akan memberi mereka pelajaran penting tentang bagaimana berdisiplin dan bijak dalam pengeluaran. Uang yang ditabung tersebut akan sangat berguna untuk membayar biaya les, biaya tahun ajaran baru dan lain-lain. Apabila tidak dipakai pun masih bisa disimpan dan semakin banyak dana yang terkumpul akan semakin bermanfaat. Nah itu tadi beberapa tips yang bisa dipertimbangkan. Mudah-mudahan berguna.

Close
Close