Blog

Tips Agar Tidak Terjerumus Suatu Pinjaman

Dalam keseharian sering kita jumpai bagaimana seseorang terjerat pada pinjaman yang bisa dikatakan “mencekik.” Sifat mencekik ini awalnya tidak ketahuan tetapi setelah lewat beberapa bulan masa pembayaran dia baru menyadari betapa dia sudah salah mengambil skema pinjaman. Contoh sederhananya adalah ketika suatu hari kita mengambil pinjaman untuk menutupi suatu kebutuhan (sebut saja biaya nikah). Ternyata, uang yang dipinjam tersebut tidak cukup atau tidak sesuai dengan yang dianggarkan sebelumnya.

Apa penyebabnya? Bisa macam-macam. Zaman sekarang kita seakan-akan dibujuk tanpa henti untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak benar-benar kita butuhkan. Jika teledor maka bahaya sudah menanti di depan: uangnya tidak cukup dan terpaksa berhutang lagi. Belum lagi jika kita nanti kedodoran membayar tepat waktu. Semakin molor pembayaran pinjaman, semakin besar bunga dan denda yang harus dibayarkan. Anda tentu tidak menginginkan hal ini bukan? Nah, coba simak beberapa tips berikut agar Anda terhindar dari skema pinjaman yang mencekik.

1. Periksa syarat-syarat dan ketentuan pinjaman di awal

Rata-rata para peminjam itu hanya berfokus pada survei yang dilakukan oleh pihak bank. Mereka menjawab apapun untuk membuat surveyor merasa senang dan percaya bahwa mereka layak diberi pinjaman. Padahal, yang lebih penting dari itu adalah ketika proses penandatanganan kontrak pinjam meminjam berlangsung. Ada banyak persyaratan yang sebenarnya harus dibaca oleh pihak peminjam mengingat kertas yang perlu ditandatangani cukup tebal.

Ya, cukup tebal untuk ditandatangani dan Anda seolah-olah diberi kesempatan sebentar untuk memeriksanya. Padahal di setiap lembar itu dijelaskan hal-hal mulai dari asuransi atas pinjaman Anda (jika Anda baca akan terasa aneh karena yang membayar asuransi untuk pinjaman itu Anda bukan pihak bank), syarat-syarat pembayaran, denda keterlambatan, pinalti dan lain-lain. Di saat menerimanya Anda seperti kebanyakan orang lain hanya berpikiran untuk menerima uang dan tidak berpikir tentang konsekwensi yang menunggunya nanti.

Jika Anda jeli memperhatikan syarat-syarat peminjaman Anda bisa mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bakal Anda terima nanti. Dengan kata lain, mengetahui secara pasti perjanjian peminjaman akan membuat Anda lebih waspada dan mawas diri untuk segera melunasi pinjaman Anda.

2. Buatlah Skala Prioritas

Ini tentang perencanaan belanja yang sedang Anda lakukan apakah itu untuk biaya pernikahan, biaya pendidikan, pertambahan modal usaha atau apapun. Yang paling penting adalah mematuhinya alias menggunakan uang hanya untuk kebutuhan yang dimaksud. Kesalahan terbesar yang dilakukan oleh seorang peminjam adalah dia merasa menang duluan ketika mendapat pinjaman. Seolah-olah baru saja dia mendapat untung besar dan tak jarang melakukan perbuatan konyol seperti menyelenggarakan pesta atau makan-makan.

Ini tentu saja tidak boleh dilakukan. Uang yang Anda pinjam tersebut adalah untuk hal yang memang seharusnya. Tidak jarang pula, uang atau dana yang kita pinjam ternyata tidak mencukupi dan alangkah bijaknya kita jika tidak membuangnya secara sia-sia. Setidaknya apabila ada kekurangan kita tidak perlu meminjam lagi terlalu banyak.

Kesalahan lain yang dibuat oleh calon peminjam adalah termakan godaan penawaran produk yang cukup menarik. Para lender memang selalu berbuat demikian, menarik sedemikian rupa agar peminjam yang menurut mereka memenuhi syarat untuk meminjam memilih opsi pinjaman yang sangat besar. misalnya saja, Anda butuh uang 10 juta menurut anggaran yang sudah Anda buat dan itu cukup. Akan tetapi, pihak peminjam mengiming-imingi Anda pinjaman 20 juta maka yang harus Anda lakukan adalah menolaknya.

Ingatlah bahwa pinjaman tetap pinjaman dan akan ada bunga yang ditarik untuk setiap rupiahnya. Semakin besar uang yang Anda pinjam maka semakin besar pula bunga yang harus Anda bayarkan, situasi ini akan menjadi buruk ketika pada tanggal yang ditetapkan ternyata Anda kesulitan keuangan.

3. Ambil jangka waktu terpendek

Sudah lazim sebuah pinjaman akan bertambah besar beban bunganya jika jangka waktunya semakin panjang. Namun demikian, pihak peminjam seolah menutupinya dengan memberi iming-iming biaya angsuran yang lebih kecil. Jangan terkecoh. Mengambil jangka waktu terpendek adalah pilihan yang paling tepat. Anda tidak ingin berlama-lama dalam jeratan hutang bukan?

Selain manfaat pembayaran bunga yang lebih kecil, jangka waktu terpendek menghilangkan perasaan lelah pada diri Anda karena terus-menerus diwajibkan membayar hutang. Belum lagi jika ada keterlambatan. Pihak pemberi pinjaman melalui para debt collector mereka akan membuat hidup kita risih dan terganggu. Jangka waktu pengembalian yang lebih lama juga cenderung membuat kita menyepelekan atau menganggap enteng pengembalian hutang. Jika lengah, maka kita akan rugi lebih besar karena jaminan kita harus disita padahal jangka waktunya sudah tinggal sedikit lagi.

Memang terkadang serba salah kalau kita meminjam. Bahkan jika kita melakukan pembayaran atau pelunasan lebih awal malah ada pinalti padahal jika terlambat juga kena denda. Itulah sebabnya apabila Anda memang terpaksa berhutang, pastikan Anda mengambil pilihan jangka waktu yang paling pendek entah setahun atau setengah tahun. Itu akan membuat beban hidup Anda lebih ringan kedepannya.

4. Sesuaikan dengan penghasilan

Meminjam uang untuk suatu urusan hendaknya disesuaikan dengan tingkat penghasilan kita. Dari tingkat penghasilan ini kita bisa mengukur seberapa besar kemampuan kita untuk membayar suatu pinjaman. Kenyataannya di dalam masyarakat saat ini justru terbalik. Banyak orang yang justru membesar-besarkan penghasilannya saat disurvei dengan harapan mendapatkan jumlah pinjaman yang lebih besar.

Sekali lagi perlu diingat bahwa pinjaman tersebut harus Anda kembalikan tepat waktu. Apabila tidak maka setidaknya ada dua hal yang bisa menghantui Anda: aset Anda disita dan reputasi Anda buruk. Biasanya karena tidak mau menanggung malu, orang lebih rela melepaskan aset berharganya seperti rumah atau tanah kepada pihak pemberi pinjaman. Tragis sekali bukan? Penghasilan Anda adalah indikator bagaimana gaya hidup yang seharusnya Anda jalani. Jangan sampai seperti pepatah, besar pasak daripada tiang karena jika itu terjadi maka kebangkrutan akan begitu dekat dengan hidup Anda.

Demikian tadi beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan saat memutuskan untuk mengambil pinjaman. Pertama-tama, Anda harus memeriksa isi perjanjian peminjaman agar kelak Anda tidak merasa tertipu. Seberapa pun tebal dokumen yang harus Anda tandatangani, periksalah dan baca dengan seksama. Ada baiknya Anda membuat perbandingan pemberi pinjaman Indonesia untuk memastikan Anda mendapatkan skema termurah. Yang kedua adalah Anda perlu membuat skala prioritas terkait penggunaan uang yang Anda pinjam. Kebanyakan orang terlena dan menggunakan uang hasil pinjam untuk kebutuhan-kebutuhan yang tidak pokok atau di luar rencana. Ini tentu bahaya yang sangat besar.

Yang ketiga adalah Anda harus berinisiatif untuk melunasi pinjaman secepat mungkin. Jadi, dengan mengambil jangka waktu terpendek Anda bisa lebih cepat terbebas dari beban hutang dan ini juga akan sangat memotivasi Anda. Yang terakhir, pinjamlah uang sesuai dengan kemampuan Anda membayar alias sesuaikan dengan penghasilan Anda. Semoga bermanfaat!

Close
Close