1. Sekilas tentang pinjaman tanpa bunga

Secara umum, pinjaman tanpa bunga dapat dibagi dua menurut sumbernya, pinjaman dari bank syariah dan pinjaman dari bank konvensional. Biasanya, saat Anda pinjam uang tanpa bunga dari bank syariah maka Anda akan benar-benar mendapatkan pinjaman yang tidak dikenakan bunga sama sekali. Namun pinjaman ini biasanya memiliki persyaratan tertentu. Biasanya syarat umum yang diterapkan adalah akad jual beli. Akad ini dilakukan dengan jalan membayar angsuran sesuai batasan waktu tertentu yang telah disepakati kedua pihak. Istilah yang sering dipakai yaitu “murabahah”, yang merupakan kesepakatan jual beli antara nasabah dengan pihak bank. Sehingga tidak muncul adanya bunga apapun.

Selain bank syariah, tempat pinjam uang tanpa bunga lainnya tentu saja adalah orang-orang terdekat Anda. Orang-orang tersebut sudah pasti tidak akan menarik bunga apapun dari Anda ketika memberi Anda pinjaman. Anda dapat meminjam pada kakak, adik, sepupu, teman atau sahabat karib, teman kerja, pimpinan Anda di kantor, tetangga dekat, dan yang lainnya asal mereka memiliki simpanan uang yang mencukupi untuk Anda pinjam. Meskipun tanpa bunga, salah satu yang menjadi “taruhan” saat Anda meminjam ke orang-orang ini adalah hubungan baik antara keduanya, pemberi pinjaman dan peminjam. Karena apabila terjadi keterlambatan pembayaran, dapat menyebabkan rasa kepercayaan mereka terhadap Anda menurun. Untuk mensiasati hal ini, sebaiknya Anda menjelaskan secara rinci sebelum jatuh tempo pembayaran tentang alasan mengapa Anda belum dapat melunasi pinjaman. Dengan berbicara jujur, mereka akan lebih menghargai Anda daripada tidak memberi alasan sama sekali.

2. Apa bebas-bunga berarti benar-benar “tanpa bunga apapun”

pinjaman tanpa bungaUntuk pinjaman tanpa bunga yang ditawarkan oleh bank syariah dapat dipastikan adalah pinjaman yang benar-benar tanpa bunga apapun. Namun untuk dapat memperoleh pinjaman dana dari bank syariah saat Anda ingin pinjam uang tanpa bunga, terdapat beberapa persyaratan tertentu terkait pinjaman yang akan diberikan. Selain untuk akad jual beli, pinjaman tak berbunga dari bank syariah ini juga dapat menggunakan akan modal usaha. Apabila Anda ingin mencari pinjaman modal untuk bisnis Anda tapi tidak ingin terbebani oleh bunga pinjaman maka pergi ke bank syariah adalah salah satu alternatif pilihan untuk Anda. Karena bank syariah menerapkan prinsip syariah yang mana bunga dianggap sebagai bagian dari riba, dan di dalam hukum syariah, riba adalah haram.

Bank syariah sebagai tempat pinjam uang tanpa bunga telah menjadi tempat rujukan bagi orang-orang yang tidak ingin berurusan dengan riba. Dalam hal pinjaman dana modal usaha tanpa bunga, pihak bank biasanya akan melakukan pengawasan ketat mulai sejak pemberian dana hingga dana pinjaman telah lunas dibayarkan. Pihak bank juga akan memberikan dukungan dalam bentuk saran-saran guna kelancaran dan berkembangnya usaha Anda tersebut. Sistem bagi hasil yang dipakai oleh bank syariah ini menjadikan bank sebagai pihak pemberi pinjaman juga turut menanggung risiko pailit dari usaha Anda. Sehingga, ketika Anda mendapatkan keuntungan banyak, maka bank juga memperoleh keuntungan banyak. Namun saat Anda bangkrut, bank juga akan mengalami kerugian.

3. Alasan pemberian pinjaman tanpa bunga

Setidaknya ada satu alasan yang jelas mengapa pinjaman tanpa bunga diberikan, yaitu untuk mendapatkan keuntungan. Apapun sistem yang dianut oleh sebuah bank, baik syariah maupun konvensional, tujuannya adalah sama, yaitu mendapatkan keuntungan. Saat ada nasabah yang pinjam uang tanpa bunga, salah satu langkah bank syariah untuk mendapatkan keuntungan adalah dengan menerapkan sistem bagi hasil seperti yang disinggung di atas. Alasan lain bagi bank syariah dalam memberikan pinjaman tanpa disertai adanya bunga adalah untuk memberantas riba. Ini dikarenakan dalam hukum syariah, riba adalah haram. Karena memberatkan dan merugikan salah satu pihak (peminjam) dan menguntungkan pihak lainnya (pemberi pinjaman).

Sebagai tempat pinjam uang tanpa bunga, akan sedapat mungkin menerapkan sistem-sistem perekonomian syariah sehingga nasabah tidak akan terjebak dalam lingkaran riba. Sebagian besar bank konvensional telah memiliki cabang bank syariah ini guna mengakomodir tuntutan dari nasabah muslim yang tidak ingin bergelut dalam riba. Selain bank cabang syariah, ada juga bank yang sejak awal berdiri sudah menerapkan prinsip syariah. Banyaknya bank konvensional yang memiliki cabang bank syariah ini karena melihat besarnya potensi calon nasabah di Indonesia, yang mayoritas beragama Islam. Oleh karena itu, jika Anda memang tidak ingin bersentuhan dengan riba dalam bentuk bunga pinjaman namun membutuhkan pinjaman uang, Anda bisa mendatangi bank-bank syariah tersebut.

4. Apakah pinjaman selanjutnya juga bebas bunga

Bank syariah memang mengkhususkan diri untuk memberikan pinjaman tanpa bunga, sehingga dapat dipastikan jika Anda meminjam lagi ke bank syariah, maka pinjaman tersebut juga tetap akan bebas bunga. Jadi Anda dapat dengan yakin dan aman pinjam uang tanpa bunga ke bank syariah, kapan pun dan hingga berpuluh kali sekalipun. Berapapun dana yang Anda pinjam, sama sekali tidak akan dikenakan bunga. Terdapat beberapa akad perjanjian antara peminjam dan pemberi pinjaman (bank syariah), yaitu akad jual beli (murabahah), akad sewa dengan perubahan status kepemilikan (ijarah wa i’tina), serta akad bagi hasil (musyarakah mutanaqisha). Dari akad-akad inilah keuntungan diperoleh bank syariah, bukan dari penerapan bunga.

Untuk sistem bagi hasil misalnya, yang biasanya diperuntukkan sebagai pendanaan modal usaha, usaha yang dapat dibiayai hanyalah usaha yang secara syariah mendatangkan keuntungan halal. Oleh karena itu, misalnya Anda ingin mendirikan usaha kafe yang juga menyediakan minuman keras untuk para tamu yang datang, dapat dipastikan permohonan pengajuan pinjaman Anda akan ditolak oleh bank syariah. Dalam hal pembagian keuntungan usaha, sebelum dana pinjaman diberikan, Anda terlebih dulu akan disodori skema prosentase kepemilikan usaha antara Anda dengan bank, yang biasanya lebih besar pada pihak bank. Dari sinilah keuntungan yang didapatkan oleh bank syariah.

5. Berapa banyak uang yang dapat dipinjam dari kredit jenis ini

Dalam pembiayaan syariah yang memberikan pinjaman tanpa bunga, keuntungan pihak bank didapat dari pembagian prosentase. Contohnya dalam hal akad murabahah, yang mana Anda ingin membeli kendaraan baru senilai Rp. 300 juta. Maka pihak bank syariah akan membeli kendaraan tersebut lalu menjualnya kepada Anda dengan harga Rp. 310 juta misalnya. Sehingga keuntungan penjualan sebesar Rp. 10 juta tersebut adalah keuntungan bank dari penjualan bukan dari bunga.

Besaran nilai uang yang bisa Anda dapatkan saat pinjam uang tanpa bunga ke bank syariah akan bergantung pada jenis atau akad yang Anda pilih. Untuk modal usaha misalnya, bank syariah mungkin dapat memberikan dana Rp. 300 juta atau lebih setelah mengetahui prospek bisnis Anda sangat cerah dan menguntungkan. Jadi, berapa jumlah dana yang dapat diperoleh bergantung pada kebijakan dari bank syariah tersebut.

Oleh karena itu, bank syariah adalah tempat pinjam uang tanpa bunga yang banyak diminati oleh nasabah yang tidak mau repot mengurusi bunga pinjaman. Semoga bermanfaat.